Kesultanan Siapkan Sepuluh Ribu Mangkuk Bubur Asyura

Sultan Banjar H Khairul saleh beserta Isteri turut secara langsung memasak bubur asyura dalam rangka menyambut 1 Muharram 1434

Sultan Banjar H Khairul saleh beserta Isteri turut secara langsung memasak bubur asyura dalam rangka menyambut 1 Muharram 1434

Tidak hanya even karnaval budaya nusantara dan lomba tari klasik serta beragam lomba budaya dan seni tradisional Banjar  yang akan digelar menjelang Milad Kesultanan Banjar ke 509,  namun tradisi memasak dan membagikan bubur asyura dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1435 H  juga akan dilaksanakan.

Hal ini diungkapkan langsung  Koordinator Pelaksana Bubur Asyura,  Drs H Masruri, di kediamannya (6/11). Kegiatan bubur asyura rencananya akan dilaksanakan pada hari Kamis 14 November 2013, bertepatan dengan 10 Muharram 1435 H.

“Kegiatan maulah bubur asyura ini adalah demi menyemarakkan even Muharram dan Milad Kesultanan Banjar ke 509.  Sekitar 10 ribu mangkuk bubur asyura utamanya akan diperuntukkan pada masyarakat  Martapura sekitar, para anak yatim piatu dan penghuni panti werdha”, ujar Masruri.

Ia menambahkan, sesuai dengan tema Milad kali ini yaitu Mengagungkan Adat Menyatukan Hajat, masyarakat diharapkan terus melestarikan adat budaya warisan nenek moyang yang berlandaskan syara’  atau Kitabullah.

“Dari adat orang  mengawah (memasak) bubur asyura beramai-ramai, di sana kita mampu belajar jiwa kebersamaan, betapa tingginya nilai sebuah gotong royong,” masruri menimpali.

Dengan melestarikan adat budaya, diharapkan semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta kepedulian antar sesama bisa terus terjaga. Relevansinya dengan bulan Muharram 1435 Hijriyah, di bulan ini kita disunnahkan untuk berpuasa, memperbanyak berinfak dan bersedekah.

Ustazd Maulana dari Jakarta tertarik untuk menikmati kelezatan bubur asyura khas Martapura, pada tahun lalu

Ustazd Maulana dari Jakarta tertarik untuk menikmati kelezatan bubur asyura khas Martapura, pada tahun lalu

Share

Bupati Banjar Keynote Speaker Konferensi Internasional Kesusastraan

Bupati Banjar Sultan H Khairul saleh di sambut ramah Panitia Konferensi Internasional Kesusatraan di Gedung Rektorat Unlam Banjarmasin

Bupati Banjar Sultan H Khairul saleh di sambut ramah Panitia Konferensi Internasional Kesusatraan di Gedung Rektorat Unlam Banjarmasin

Ratusan mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, Kaltim dan Kalbar menyimak serius penyajian karya ilmiah Bupati Banjar Sultan H khairul Saleh berjudul Kesultanan Banjar, Sastra dan Pendidikan  Karakter, di Acara Konfrensi Internasional Kesusastraan, di Gedung  Rektorat Unlam Banjarmasin, Rabu (6/11).

Tampil sebagai keynote speaker, Khairul Saleh memaparkan dengan tutur bahasa  ringan, mulai dari historis kesusatraan Banjar, sastra di era Kesultanan Banjar dan era kesusastraan sekarang.

“Ulun sangat sangat berterima kasih kepada panitia yang mempercayakan sebagai keynote speaker untuk menyampaikan pikiran berkaitan dengan konferensi  internasional dengan tema sastra, budaya dan karakter bangsa,” ucapnya mengawali penyajian seminar.

Menurut Sultan Banjar ini, ada pesan menarik atas kegiatan ini. Pertama tema sangat relevan dalam rangka menjawab tantangan zaman dan globalisasi yang sedemikian dahsyat, di antara masih kuatnya pandangan masyarakat mengenai persoalan sastra seakan persoalan masa lalu, terlebih dikaitkan dengan budaya adat dan tradisi serta pendidikan karakter.

Kedua, kegiatan ini merupakan kegiatan yang tidak sekadar mengumpulkan ragam karya sastra anak bangsa nusantara tetapi lebih jauh ada pesan untuk mendalami apakah sastra mampu menjawab zamannya dalam membangun karakter bangsa.

Dalam seminar yang dihadiri pembicara dari Malaysia dan Brunai Darussalam, Walikota Banjarmasin H Muhidin dan pejabat di lingkungan Unlam, Ketua IKA unlam, H pangeran Rusdi Effendi AR, H Khairul Saleh juga memaparkan karya sastra yang mampu bertahan dan menembus zaman adalah karya sastra yang mengandung nilai-nilai peradaban pandangan hidup untuk membedakan mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk.

“Lebih-lebih lagi karya sastra itu berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut suatu bangsa sebagai penopang esistensinya,” tandasnya.

Sementara sastra di masa Kesultanan Banjar menurut Khairul Saleh, harus diakui masih sedikit karya sastra baik lisan maupun tulisan yang terdokementasi dengan baik. Kesultanan banjar melewati fase kebangkitan ditandai dengan fase transformasi peradaban baru yang diikuti dengan hadirnya pengenalan aksara arab melayu (arab gundul)

“Perpindahan Fase Hindu Budha menuju Fase Islam memberikan perkembangan baru peradaban bangsa Banjar, termasuk interaksinya dengan karya sastra.  Pengenalan arab melayu sebagai penopang adanya interaksi dan penyokong perkembangan karya sastra  melayu di Selatan Borneo saat itu,” ungkapnya.

Dikatakan Khairul Saleh, semarak dakwah Islam berupa seni hadrah, shalawat nabi yang difasilitasi oleh Sultan Hidayatullah I (1579-1595/Sultan 3) bagian dari dinamika perkembangan sastra lisan yang memberikan ruang pendidikan dan pengajaran masyarakat untuk  berserah diri menjadi Banjar muslim.

Dalam Konfrensi Internasional Kesusatraan bertema Leterature and Nation Character Building, juga dihadirikan nara sumber dari negara tetangga antar lain Prof Dr Nurani Yusoff dari Malaysia, Dr Hj Morsidi HJ Muhammad dari Brunei Darussalam.

Share

Kesultanan Banjar Gelar Karnaval Ragam Nusantara

Ruh  kebesaran sebuah negara adalah tetap lestarinya kearifan budaya lokal dan adat  istiadat  dari bangsa tersebut. Kesultanan  Banjar sebagai bagian dari elemen masyarakat turut terpanggil mengkokohkan budaya dan tradisi elok masyarakat Banjar.

Salah satu pribadi santun masyarakat Banjar adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan antar ras dan suku yang tercermin dalam prilaku keseharian masyarakat.

Sebagai perwujudan dari rasa syukur dan bangga menjadi masyarakat Banjar,  Kesultanan Banjar dalam rangka memeriahkan Milad ke 509 menggelar Karnaval Ragam Nusantara.

Melalui karnaval ragam nusantara  diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya daerah sendiri, terutama Budaya Urang Banjar  tanpa mengesampingkan nilai-nilai nasionalisme.

Event Karnaval Ragam Nusantara dilaksanakanya pada puncak Milad Kesultanan Banjar pada 16 November 2013. Menurut Koordinator acara Karnaval, Drs H Aspihani   karnaval atau pawai budaya ini akan dikuti berbagai elemen masyarakat termasuk dari paguyuban-paguyuban suku-suku yang ada di Kalimantan Selatan.

“Insya Allah Karnaval Ragam Nusantara dalam rangkaian menyambut Milad ke 509 Kesultanan Banjar akan dilaksanakan 16 November 2013 bertepatan dengan peringatan puncak milad. Berbagai persiapan telah kami lakukan termasuk persiapan pada  Hari H. Mohon dukungan luas masyarakat untuk menyambut kegiatan budaya ini,” kata Aspihani, Senin (4/11).

Menurutnya, karnaval budaya nanti akan dibagi ke dalam dua kelompok pawai, ada yang menggunakan alat transportasi yakni mobil hias, adapula dengan pawai berjalan dan pesertanya memakai pakaian yang mencerminkan adat daerah se Nusantara. Start dan Finish bertempat di depan kantor Bupati Banjar.

Dikatakan kegiatan karnaval ragam nusantara ini didukung  unsur organisasi masyarakat, pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum.  Dan bagi kelompok yang dinilai terbaik  dan memiliki kekhasan budaya yang mencerminkan kekhasan budaya oleh panitia akan dinilai dan berhak atas beragam hadiah yang disediakan.

“Hadiahnya tidak hanya uang pembinaan tetapi juga berupa barang-barang elektronik seperti TV dan lain-lain. Ayo segera bergabung di kegiatan karnaval ragam nusantara. Kami siap memberikan penjelasan atau informasi terkait penyelenggaraan karnaval ragam nusantara,” tandasnya.

Ditambahkan Aspihani pelestarian budaya Banjar dengan melibatkan masyarakat luas, memberikan hiburan gratis yang mendidik, mencerminkan keBhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Share

Kota Martapura Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan Kembali Menjadi Pusat Perhatian Dunia Internasional

Sultan Banjar H Khairul Saleh menyerahkan cenderahati  kepada salah seorang kerabat dari Eropa  pada Milad Kesultanan Banjar ke-509

Sultan Banjar H Khairul Saleh menyerahkan cenderahati kepada salah seorang kerabat dari Eropa pada Milad Kesultanan Banjar ke-509

Kota Martapura Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan kembali  menjadi pusat perhatian dunia internasional. Pasalnya, di kota ladangnya ulama dan santri ini menjadi pusat digelarnya  event akbar  bernilai sejarah budaya tinggi dalam rangka menyambut Milad ke-509 Kesultanan Banjar.

Citra Kota Martapura sebagai salah satu kota pusat kebudayaan dan seni masyarakat Banjar semakin terangkat, setelah kepemimpinan Bupati Sultan H Khairul Saleh yang tak pernah lelah mempromosikan Martapura sebagai  kota bersejarah dan pusat budaya di Kalimatan Selatan.

Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kalsel ini gencar melakukan promosi budaya Banjar hingga ke negara-negara eropa dan menjalin kekerabatan dengan duta-duta budaya internasional.

Tak heran jika dalam rangka menyambut Milad Kesultanan Banjar, mulai 10-16 November 2013   Kota Martapura bakal kembali banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk menyaksikan tradisi elok budaya masyarakat Banjar melalui rangkaian kegiatan seni dan budaya.

“Ulun berharap seluruh panitia bekerja profesional dan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat dan tamu  undangan. Baik dalam rangkaian menyambut  maupun di hari peringatan puncak milad  16 November  2013,” ucap Sultan Banjar H Khairul Saleh saaat memimpin rapat evaluasi akhir persiapan Milad ke- 509 Kesultanan Banjar, di Martapura, Senin (4/10).

H Khairul Saleh  berharap pelaksanaan Milad Kesultanan Banjar memberikan nilai dan kesan terbaik kepada masyarakat. Ini karena event budaya dan seni yang digelar sarat nilai-nilai keramahan sosial sebagai cermin dari kepribadian masyarakat Banjar.

Mohon dukungan dan doa segenap lapisan masyarakat agar pelaksanaan even budaya menyambut Milad Kesultanan Banjar tahun ini berjalan sesuai rencana yang diharapkan. Keberhasilan milad ini merupakan citra positif daerah sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi kearifan budaya lokal.

Dalam rapat evaluasi yang dihadiri seluruh panitia, H Khairul Saleh juga menekankan pentingnya aspek kenyamanan dan keamanan masyarakat dan para tamu. Panitia diminta untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan melalui izin resmi untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan.

Ditambahkan Khairul Saleh sejumlah agenda penting milad yang perlu mendapat perhatian khusus adalah kegiatan ilmiah berupa simposium sejarah. Pasalnya, dalam seminar tersebut akan dibukukan sebagai rekomendasi sejarah bagi pelestarian budaya dan adat istiadat lokal yang layak untuk dipertahankan.

Share

Tari Klasik Semarakkan Milad Kesultanan Banjar

Dalam rangka memeriahkan Milad ke-509 Kesultanan Banjar, beragam lomba kesenian rakyat tempo dulu akan digelar. Salah satunya lomba Tari Klasik 2013 memperebutkan Trophy Banjarmasin Post Group.

Menurut Koordinator Lomba Tari Klasik Kesultanan Banjar, Drs H Fauzi Ghani. MPd  bahwa even ini sudah yang ke 3 kalinya diselenggarakan. Sampai saat ini lebih dari 10 grup tari yang telah mendaftarkan diri, ada dari Banjarmasin, Marabahan, Banjarbaru, dan Hulu Sungai. Technical Meeting diadakan tanggal 7 November 2013.

Ia menambahkan, selain trophy Banjarmasin Post Group, panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan yang cukup menggiurkan, untuk Juara I berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar 8,5 juta rupiah, Juara II 7 juta rupiah, juara III 6 juta rupiah, Juara harapan I 4 juta rupiah, Harapan II 3 juta rupiah, Harapan III 2,5 juta rupiah, Juara Favorit 2,5 juta rupiah.

Tidak hanya penari, Penata Musik Terbaik pun akan mendapat uang pembinaan sebesar 3 juta rupiah, Penata Tari Terbaik 3 juta dan Penata Busana Terbaik akan menerima hadiah 3 juta rupiah.

Penilaian lomba oleh juri yang berkompeten yaitu dari Taman Budaya Kalimantan Selatan, Datuk Kesultanan Banjar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan Tokoh Tari Klasik Kabupaten Banjar.

Menurut H Fauzi, satu hal yang perlu diingat oleh peserta adalah garapan tari berpijak pada nilai-nilai estetika, menceritakan kehidupan masyarakat pada masa kerajaan Banjar bahari dan harus diiringi oleh musik hidup atau bukan rekaman.

“Saya yakin, animo masyarakat pada umumnya dan peserta lomba khususnya akan sangat tinggi. Generasi muda tari saat ini semakin banyak karena didukung oleh nanak-naka mahasiswa yang kuliah dibeberapa perguruan tinggi seperti STIKIP PGRI dan Unlam, sehingga sekarangpun di sekolah-sekolah sudah mulai diterapkan pelajaran tari untuk muatan lokal”, ungkap Fauzi Ghani.

Sultan Banjar H Khairul saleh saat menyerahkan piala bergilir Festival Tari Klasik Tahun 2012

Sultan Banjar H Khairul saleh saat menyerahkan piala bergilir Festival Tari Klasik Tahun 2012

Share

Kesultanan Siapkan Hadiah Umrah dan Motor

Kabar gembira buat masyarakat pecinta olahraga jalan sehat dan ingin mendapatkan hadiah umrah serta motor gratis.

Dalam rangkaian menyambut Milad ke- 509 Kesultanan Banjar,  panitia jalan sehat  menyiapkan hadiah umrah dan sepeda motor gratis.

Caranya sangat mudah.  Anda cukup datang ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha, Jl A Yani Martapura dan mengikuti jalan sehat pada hari Sabtu 10 November 2013, pukul 06.30 Wita.

“Silakan masyarakat datang langsung ke RTH Ratu Zalecha Martapura pukul 06.30 Wita untuk mengikuti jalan sehat gratis. Bagi mereka yang beruntung bisa mendapatkan hadiah utama berupa dua unit sepeda motor, umrah, televisi dan lemari,” terang Ikhwansyah, Koordinator Jalan Sehat Kesultanan Banjar, Rabu (30/10) siang.

Dijelaskan Iwan, sapaan akrab pria hobi bulu tangkis ini, pada pelaksanaan jalan sehat gembira tersebut, panitia tidak hanya menyediakan hadiah utama tetapi juga hadiah istimewa  lain sebagai pelengkap.

“Pokoknya jangan lewatkan kesempatan mengikuti olahraga sehat ini. Tidak ada pendaftaran. Langsung saja datang ke lokasi kegiatan dan oleh panitia nanti diberikan kupon. Kupon akan dibagikan setelah peserta mendekati lokasi finish ,” tandasnya.

Kegiatan jalan sehat ini semakin meriah karena panitia mengharapkan kesediaan Sultan Banjar H khairul Saleh untuk mengikuti jalan sehatan bersama masyarakat setelah beliau mengibarkan bendera star.

“Insya Allah Sultan Banjar akan bersama masyarakat di kegiatan jalan sehat berhadiah ini,” papar Iwan, seraya menambahkan peserta juga akan diberikan makanan dan minuman ringan bantuan dari  sponsor.

Iwan menambahkan, bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan secara gratis silakan datang ke tempat kegiatan jalan sehat. Panitia telah menyiapkan para dokter dan tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat.

Share

Profesor Eropa Hadiri Milad Kesultanan Banjar ke-509

Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dalam dua pekan mendatang bakal menjadi pusat perhatian para peneliti budaya sejarawan lokal maupun dunia.

Pasalnya, di kota ladangnya ulama dan santri ini kembali digelar event budaya terakbar dengan menonjolkan budaya Banjar Bahari atau masa lalu. Paling menarik lagi di event tahunan menyambut Milad ke 509 Kesultanan Banjar  juga akan digelar Simposium Sejarah Budaya Kerapatan Raja-Sultan se Bornoe   dengan nara sumber sejarawan dan sejumlah negara-negara eropa.

“Beberapa orang profesor  sejarawan eropa yang  memiliki hubungan kekerabatan dengan Kesultanan Banjar,  seperti ilmuan Belanda sudah menyatakan kesediaannya menghadiri Milad Kesultanan Banjar. Mereka menjadi narasumber utama pada Simposium Sejarah Budaya Kerapatan Raja- Sultan se Borneo”  terang Sultan Banjar H Khairul Saleh.

Dijelaskannya, seminar yang direncanakan pada Jumat 15 November 2013 berlangsung di Islami Center Mufti TGB HM Djazouly Seman  menghadirkan prof sejarawan dunia, nasional dan sejarawan Banua.

“Kami mohon doa dan dukungan luas dari segenap lapisan masyarakat agar pelaksanaan Milad ke- 509 Kesultanan Banjar bisa terlaksana dengan baik. Ini merupakan media promosi budaya dan edukasi bagi pelestarian budaya  lokal daerah,”  jelas Khairul.

Sultan Banjar peraih Anugerah Pelestari Budaya dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) 2010, di Kota Siak Provinsi Riau, menambahkan selain di Martapura, seminar sejarah dan budaya juga akan dilaksanakan di Banjarmasin dengan narasumber sejarawan lokal dan nasional.

Hasil seminar ini bernilai  penting bagi masyarakat maupun pemerhati budaya dan sejarah Banua untuk memperkaya wawasan dan   pengetahuan di samping sebagai wujud upaya bersama melestarikan nilai-nilai luhur budaya daerah.

Sementara itu Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjar Drs H Fauzi Ghani MPd menyambut gembira digelarnya Simposium Sejarah Budaya Kerapatan Raja-Sultan se Borneo.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat strategis bagi pengembangan ilmu dan pengetahuan terkait kesejarahan lokal. Bagi daerah sendiri kegiatan edukasi tersebut menjadi arsip dan dokumentasi penting di bidang sejarah dan budaya.

“Kami menyambut gembira event-event budaya yang dilaksanakan Kesultanan Banjar.  Semua kegiatan yang dilaksanakan bernilai sosial dan pengetahuan bagi masyarakat. Terlebih event budaya dan sejarah ini akan digelar mengundang tamu-tamu luar mancanegara memberikandampak positif bagi daerah,”  ujarnya.

 

Share

Rapat Milad Kesultanan Banjar ke 509

1

2

 

Share

Sultan Banjar Diminta Damaikan Konflik Suku

Utamakan Tradisi Baparbaik

Pakar Hukum Islam Kalimantan Selatan H Ahmadi Hasan, SH, M.Hum,  mengungkapkan apresiasi dan penghargaan tinggi atas itikad baik Kesultanan Banjar untuk mendamaikan konflik antar Suku Banjar dengan suku tertentu di Samarinda, Kalimantan Timur.

“Kita patut mengapresiasi tinggi upaya dari Sultan Banjar H Khairul Saleh yang cepat merespon permintaan Sesepuh Banjar di Kaltim untuk menengahi kerawanan konflik antar suku di Samarinda, Kaltim yang mencuat baru-baru tadi,” ucap Ahmadi, dihubungi Minggu (11/8) petang.

Dikemukakan mantan Direktur Pascasarjana IAIN Antasariini,  persoalan konflik antar suku dalam penanganannya tidak cukup dengan pendekatan hukum formal. Justru langkah paling efektif adalah dengan cara persuastif melalui pendekatan adat.

“Jadi, sangat tepat bila Khairul Saleh menerapkan pola penanganan adat dan budaya untuk meredam konflik tersebut. Terlebih pola penanganan melalui tradisi Bapar baik yang selama ini diamanatkan para tetuha adat lebih dikedepankan beliau,” ujar Ahmadi.

Menurutnya, setiap kali ada masalah sebaiknya diselesaikan secara damai. Dalam arti, di luar pengadilan resmi. Pasalnya, kalau melalui jalur hukum formal, maka akan ada pihak yang  kalah dan menang. Untuk jangka panjang, hal tersebut tidak akan menyelesaikan akar masalah, malah bias berbuntut panjang.

Beda halnya dengan cara adat, memberikan penyelesaian yang bersifat win-win solution. Disinilah, tambahnya, Sultan Banjar bersama tokoh-tokoh adat setempat, melalui forum kekerabatan masing-masing, dapat menjalan kanfungsi mediasi.

Ahmadi mengungkapkan rasa bangga dan salutnya dengan pola penanganan konflik yang diperankan Kesultanan Banjar. “Jika Sultan Banjar berhasil mendamaikan kerawanan konflik tersebut, maka secara budaya keberadaan Kesultanan Banjar akan semakin mantap dan eksistensi dalam hal pelestarian nilai-nilai luhur adat Banjar mendapat dukungan luas masyarakat,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, berkat kesigapan aparat dan peran Kesultanan Banjar, persoalan yang berawal dari pertikaian pribadi, kemudian berlanjut pada pendeskreditan Suku Banjar tersebut, tidak sampai menimbulkan konflik yang lebih luas.

“Sesepuh Banjar di Samarinda secarak husus meminta Kesultanan turut menyelesaikan konflik,” kata Sultan Khairul Saleh.

Diungkapkannya, Kesultanan Banjar akan mengirim utusan ke Samarinda untuk menyampaikan maklumat Sultan, yang di antaranya meminta agar masyarakat Banjar menjaga kehormatan banua Banjar dengan menjadi pelopor perdamaian dan persaudaraan.

Sementara itu Pengamat Sosial Budaya Unlam Banjarmasin Taufik Arbain mengatakan penyelesaian konflik secara adat merupakan cara yang bermartabat karena menghindari adanya dendam, menciptakan harmonis serta membangun tali persaudaraan dengan baangkatan dangsanak.[]

Share

Keluarga Sultan Tebar Keberkahan Ramadan

keluarga-sultan-tebar-keberkahan-ramadanMomentum Ramadan sebagai bulan penuh berkah bagi  keluarga Sultan Banjar H Khairul Saleh dihiasi dengan menebar ibadah sosial. Seperti Ramadan tahun-tahun sebelumnya, keluarga Bupati Banjar Provinsi Kalimantan Selatan  kembali menyalurkan sadaqah, infaq dan zakat kepada masyarakat.

Seperti yang dilakukan Hj Gusti Karima, anak Sultan Banjar pada Jumat (2/8)pagi.  Remaja berparas  cantik dan elok ini membagikan ratusan amplop berisi uang untuk petugas kebersihan dan masyarakat kurang mampu sebagai wujud kepedulian sosial.

“ Ulun mohon doa lawan pian sabarataan semoga kami sekeluarga senantiasa mendapat rahmat dan magfirah dari Allah SWT. Pian sabaratan juga ulun doakan dimudahkan  rezeki serta mendapat perlindungan dari Allah SWT,”  tuturnya penuh ramah.

Ratusan petugas  kebersihan yang menerima zakat dari Gusti Karima terlihat gembira dan senang melihat anak Sultan Banjar ini menyerahkan bantuannya penuh ikhlas. “ Kami semua mendoakan agar keluarga besar Karima senantiasa diluaskan rezeki dan terkabul semua hajat,” ucap petugas kebersihan tampak kompak.

Kepedulian keluarga Sultan Banjar untuk meringankan ekonomi keluarga kurang mampu takhanya untuk petugas kebersihan. Masyarakat umum pun turut merasakan. Keluarga Sultan Banjar tidak hanya membagikan amplop berisi uang tetapi  juga busana dan sarung menyambut lebaran.

Sultan Banjar H Khairul Saleh mengungkapkan rasa syukur dan gembiranya bisa membantu masyarakat melalui  ibadah sosial. Bantuan tersebut, ujarnya, merupakan rezeki dari  Allah yang harus diisisihkan untuk masyarakat kurang mampu. Dia pun mendoakan semoga masyarakat  di Kabupaten Banjar khususnya dan Kalsel umumnya semakin sejahtera dan diberkahi Allah. *

 

Bupati Banjar Sapa Petugas Lebaran Dini Hari

Di tengah jadwal yang padat di bulan Ramadan,  menjelang berakhirnya bulan mulia menyambut Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Bupati Banjar memberikan spirit kepada petugas pelayanan lebaran dari  jajaran Polres Banjar dan aparat terkait, dengan mendatangi mereka di lokasi jaga.

Hebatnya lagi kedatangan Sultan Banjar ini dilakukan dini hari tanpa sepengetahuan petugas jaga. Didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Forum Komunikasi Intelijen Daerah, Bupati Khairul Saleh mendatangi Pos Pelayanan Lebaran, di Jalan A Yani Km 9, Kertak Hanyar,  Selasa (6/8) dini hari.

Didampingi Ketua DPRD Banjar H M Rusli, Sekda H Nasrun Syah dan Kapolres Banjar AKBP Wahyu Dwi Ariwibowo, Sik, Bupati H Khairul Saleh terlihat bercengerama ramah dengan petugas jaga. Dalam kesempatan itu Bupati menyerahkan paket minuman berupa beberapa dus sirup untuk petugas jaga.

Kunjungan dari Bupati Banjar di Pos Layanan Lebaran Polres Banjar ini dalam rangka memberikan semangat kepada petugas sekaligus untuk merekatkan jalinan silaturahmi.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Banjar dan jajaran serta aparat terkait yang dengan inisiatif sendiri membuka pos pelayanan lebaran,” ucap H Khairul Saleh.

Dikatakan Bupati, Pos Pelayanan Lebaran Idul Fitri ini  sangat membantu masyarakat terutama para pemudik yang ingin merayakan lebaran di kampung halaman. Dia pun menyarankan bagi pemudik yang mengunakan kendaraan pribadi ke kampong halaman agar tetap mentaati peraturan lalu lintas untuk keselamatan pribadi dan pengguna jalan umum lainnya.

Sementara itu Kapolres Banjar AKBP Wahyu Ariwibowo mengungkapkan pendirian pos pelayanan lebaran  ini sebagai bagian dari kebersamaan polisi dengan masyarakat dengan harapan akan terwujud masyarakat yang taat berlalulintas.

 

Event Beduk Banjar Bakal Spektakuler

Ribuan warga masyarakat Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan berdecak kagum saat menyaksikan penampilan luar biasa dari para finalis Festival Beduk se Kalsel, Senin (4/8) malam berlangsung di Taman Bumi Cahaya Selamat (CBS).

Rasa kagum terhadap penampilan peserta tidak hanya dirasakan masyarakat penonton tetapi juga para undangan. Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh dan istri tercinta Hj Raudatul Jannah juga terlihat kagus menyaksikan penampilan peserta.

Dalam event tahunan persembahan Pemerintah Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Banjarmasin Post Group ini memperebutkan hadiah uang total Rp 27,5 juta.

Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi  bangga atas event tahunan yang mengangkat kearifan budaya lokal Banjar ini.

“Melihat sambutan luar biasa masyarakat pada event  tahunan ini, saya berharap Festival Beduk se Kalsel tahun depan pergelarannya lebih spekakuler lagi. Bahkan even ini akan kita upayakan menjadi agenda wisata dan budaya nasional,” ucapnya penuh semangat.

Bupati mengungkapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada BPost Group yang telah kesepuluh kalinya menggelar event tahun ini. Semoga festival di tahun mendatang pelaksanaannya lebih semarak dan ditangani  langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementeriaan Pendidikan dan Budaya atau Kementeriaan Pariwisata.

Share